Untold Story ( Chapter I )
Postingan ini saya tulis dengan pemikiran yang amat sangat dalam ini. Bukan karena masih galau, enggak gue udah nggak galau lagi, Cuma sekarang lebih ke perasaan yang lebih kacau dari galau…

Berhenti sejenak.
*nyeruput baygon*

Sedikit flashback, cerita gue sama orang yang udah 6 tahun gue pacarin kemaren akhirnya bener” udah slesai dan nggak bisa diperjuangin lagi.2 bulan lebih gue berjuang tapi hasilnya tetep nol.
Hingga klimaksnya bapaknya,ibunya,hingga adeknya (ketika terakhir gue silaturahmi kesana tanpa ketemu dia), menyuruh gue untuk menatap masa depan yang lebih baru, yang lebih baik,tanpa berfikir lagi tentang orang itu. Sepertinya gue memang sudah dalam tahap untuk berhenti.
Dan itu saya lakukan.
Case closed.
*ngemut obat nyamuk bakar*

Next step, saya dipertemukan (enggak,belum pernah ketemu sebenernya) orang ini sebut saja NK,~bukan nama sebenarnya. (Iyalah… itu akronim --“ )
Wanita ini,saya kenal melalui blog. Kami sama-sama tes di PJB (Pembangkit Jawa Bali) Sebuah anak perusahaan PT. PLN Persero. Bedanya saya gagal pada tes kesekian, sedangkan dia sukses lulus hingga saat ini sedang melaksanakan OJT (On the Job Training,biasa juga disebut ORA JELAS TUGAS’E) di Gresik.
Iya gresik,kenapa digresik, karena dia memang lulusan UNAIR, jadi penempatannya di PJB disana.
Wanita ini menemukan blog saya ini melalui google,sama sekali nggak sengaja memang, karena ketika itu dia pengen cari tau informasi tentang tes kesehatan di PJB, eh nyari di google trus malah nemuin postingan tentang PJB memang, tapi postingan cacat nan idiot ini -- > REJECTED !
Lucu emang, dan agak absurd sih, dari situ beranjak kenal.
Iya hanya sebatas kenal. Nggak lebih.
Saat itu saya juga masih jadian sama orang itu, dan…
Ah sudahlah…
*njilat lem aibon*

Kurang lebih dua bulanan lalu ini kami baru bener-bener deket, iya deket.
Saya nggak pernah berfikir untuk deketin wanita ini, kenapa ? enggak. Nggak pantes.
Awal baca blog dia,baca pemikiran-pemikirannya dia,tulisan-tulisan dia, saya tertarik. Sangat luas, tapi nggak tertutup. Sangat ramah, tapi ada batas. Sangat jarang ditemui untuk beberapa akhwat diluar sana termasuk beberapa akhwat rekan saya sendiri.
Nggak berfikir sama sekali untuk mendekat, apalagi mencoba berandai-andai lebih, karena wanita ini, selain cerdas, ilmu agamanya luas, ditambah kelebihan fisik yang… bisa saya bilang sambil mengagungkan nama Allah…
Yah Subhanallah… Cantik.

Abaikan...
Saya sendiri lupa gimana bisa kami deket, dan mulai sms, telepon, saya nggak pernah inget siapa yang memulai dan memang nggak penting juga untuk diingat siapapun yang memulai.Telepon dengan sangat bodoh,pagi-pagi,malem-malem,dinihari buta.Hingga wanita ini beli blackberry(lagi – yang sebelumnya ilang) dan secara absurd dengan suara dan kemampuan skill gitar yang pas-pasan (tapi nekat) saya mulai iseng-iseng kirim beberapa Voice Note untuk orang ini. Nggak niat apapun, memang cuma ingin lucu-lucuan aja, sambil menghibur.

Sampai ketika pada malam kesekian pada tahajud saya, saya betul-betul berfikir, bahwa orang ini, tepatnya wanita ini, betul-betul membuat saya lupa, atas semua perasaan campur aduk yang begitu menyakitkan atas ‘orang itu’ . Wanita ini, entah karena becandaannya, logat jawanya yang MEDOK, sifat ngeselin dan hal lain yang betul-betul membuat saya merasa ingin mendekat lebih jauh, hingga akhirnya doa itu saya panjatkan di malam kesekian tahajud saya itu.
Sebuah doa yang mungkin hanya saya dan Allah yang tau.
Dan begitu Maha Kuasanya Allah, ketika beberapa waktu belakangan saya mulai merasa agak kehilangan orang ini, entah karena lebih cuek dari biasanya,atau… yah…
Entahlah… saya nggak tau pasti…
Tapi ada suatu hal lain yang berbeda dari biasanya yang terasa ketika itu…
Hari itu adalah hari dimana saya lembur kerja di kantor, kerjaan yang begitu numpuk, yang bahkan bisa bikin kingkong ngamuk saking menumpuknya semua pekerjaan itu.
Iya, memang nggak ada hubungannya kingkong sama kerjaan yang numpuk.
Oke.
Abaikan.

Ketika itu saya fokus dengan pekerjaan saya mengurusi Site-Site daerah sinyal 3G yang akan dikembangkan XL, hingga BBM berbunyi beberapa kali pun saya nggak sadar.
Tapi menit berikutnya membuat saya betul-betul lebih dari sekedar sadar.
Bahkan nyaris hilang kesadaran.
‘oi ndra…’
‘km masih lembur?’
‘dih ilang dia…’
‘ping’
‘ping’
‘ak mw nikah…’
‘ping’
‘ping’
Baca bbm diatas cukup bikin saya jadi bengong.
Nggak pake banyak nasi basi,saya pun langsung bbm balik,
‘HA??NIKAH?’
‘KM DILAMAR??’
‘BENERAN?’
‘NIKAH?’
Beberapa saat kemudian dia bales…
‘Iyalah emang km nggak mau nikah apa?’
‘HAH?apaan sih maksudnya?’
‘yah iya km emang nggak mau nikah ? mau juga kan nikah?’
‘hee iyalaah maulah nikah.. masa ga mau nikah… hehehe’
‘nah yaudah makanya.. hehehe’
'...'
(dan kemudian hening)
Hufh.. aman… saya kirain dia dilamar betulan sama orang lain,tapi tampaknya enggak.
Tapi sayangnya perkiraan saya meleset. Beberapa saat kemudian terjadi pembicaraan 'maha kampret' itu.
Panjang lebar Via BBM…

Dan intinya memang tepat, dia memang nggak dilamar sih (belum tepatnya). Tapi sedang akan ta’aruf.Dengan seorang Ikhwan.Dan ehm, buat yang nggak tau ta’aruf itu apa,yeah dalam islam itu nggak ada pacaran, adanya ta’aruf…
Ta’aruf itu… …
Ah sudahlah, googling aja gih, males jelasinnya… --“

Intinya orang yang hendak ta’aruf dengan dia ini… akan saya ceritakan pada postingan selanjutnya… Rasanya denger dia bakal ta’aruf itu,ah… betul-betul nggak bisa dideskripsikan… Rasanya saya betul telat selangkah untuk bergerak lebih dekat.
Ketika saya berada pada titik yang tepat untuk melangkah maju, dan memilih untuk betul-betul menjadikan dia sebagai masa depan, (lagi-lagi) Allah menunjukan kuasa-Nya. Allah berkehendak lain, saya selalu berpikir positif saja. Mungkin Allah tau bahwa saya kuranglah baik dan pantas untuk dia. Sehingga Allah pertemukan dia dengan seorang Ikhwan lain, yang tentunya amat sangat jauh berbeda dibanding saya, dan saya pikir memang jauh lebih pantas untuk menemaninya.
Iya, menemani.
Sampai akhir hayat, dalam 1 ikatan resmi yang memiliki atap yang sama.
Yaitu atap ibadah dan menyempurnakan Agama yang kita cintai ini.
Ketika saya menulis tulisan ini, saya nggak pernah berfikir bahwa akan menjadikan tulisan ini 2 chapter,
tapi ternyata memang tulisan tentang dia ini ‘kepanjangan’ ,
agak terbalik dengan dia yang begitu singkat mampir di hidup saya,
namun banyak memberikan warna dan makna. ..
See yaa in the next chapter…
Last script about NK, the greatest friend forever that I have…
=)




Komentar
Posting Komentar