LAH... KENAPA ?
KENAPA ?
Harusnya pertanyaan kenapa itu nggak ada.
Kenapa ini, kenapa itu.
Kenapa bokap gue harus meninggal ketika gue kelas 2 SMA ?
Kenapa gue Cuma bisa tembus DIII UI ?
Kenapa gue nggak bisa tembus Sarjana Teknik Elektro UI ?
Kenapa harus kenapa – kenapa ?
Semakin kita bertanya tentang kenapa, semakin pusing kita nyari tahu jawabannya.
Kenapa gue putus dengan orang yang menurut gue jodoh gue ?
Kenapa gue harus putus gitu aja setelah pacaran 6 taun ?
Kenapa setelah putus kita betul-betul jadi orang yang nggak
saling mengenal layaknya 6 tahun sama-sama itu hilang terbiaskan begitu aja ?
Kenapa harus kenapa – kenapa ?
Selanjutnya kenapa gue harus ditinggal NK untuk menikah ?
Kenapa gue harus ikhlas ?
Kenapa gue bisa kerja di XL?
Kenapa perempuan yang gue taksir selalu aja udah pada punya pacar ?
Kenapa genderuwo rambutnya gondrong ?
Kenapa teletubies selalu berpelukan ?
Ada jutaan mungkin pertanyaan kenapa di kepala kita,tapi hanya
beberapa mungkin yang bisa kita jawab.
Tidak.
Harusnya kita nggak usah jawab.
Sederhananya,
Kenapa harus putus dan seolah nggak saling mengenal setelah
6 taun sama-sama ?
Karena memang harus begitu.
Putus ya putus.
Ya Udah.
Titik.
Tanpa kita pikirkan dan kembali ke akar masalah kenapa ini
kenapa itu.
Postingan ini rumit, tapi sesungguhnya amat sederhana.
Menuntun kita untuk bersyukur dan menerima apa yang sudah
Allah gariskan.
Sesederhana pertanyaan :
“Kenapa lu makan Es Krim ?”
“Lah, karena gua PENGEN…”
Titik.
Nggak alasan lain.
Postingan diatas sedikit banyak terinspirasi dari kisah fiksi Sinetron Ramadhan Para Pencari Tuhan Jilid 6 yang gue tonton pas Sahur tadi, dimana salah
satu tokoh mendeskripsikan dengan sangat gamblang sebuah Monolog ‘Kenapa’ …
Karena seindah apapun Rencana yang kita rancang untuk dia, Jutaan kali lebih indah Rencana yang dirancang Allah untuk kita.
Maka Ikhlas, dan Bersabarlah kawan ...
Innallaha ma'asshobirrin...
Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar ...
-selesai-
Muka lu serius amat sih ?
Tetep lah kalem aja bacanya...
Mhuahahahaha 





Komentar
Posting Komentar