Ketika Doa menjadi jalan
Ini hari selasa...
terasa begitu menyedihkan ketika saya melihat langit pagi sebelum berangkat ke kantor,
langit terpancar begitu cerah,dengan udara yang segar,sejuk...
namun menyelimuti hati yang sama sekali kelu dan kosong.
Hari ini tanpa alasan jelas, saya diminta, untuk dipindah tugaskan ke anak perusahaan,
padahal posisi aslinya adalah saya di lantai 4, sangat aneh karena memang saya masih punya tanggung jawab dan
beberapa kerjaan di posisi yang sekarang, tapi harus ditempatkan di anak perusahaan.
Dan yang menempatkan saya pun bukan atasan saya.
ini lucu.
Mungkin dikarenakan disini saya sudah tidak memiliki atasan (yang sudah resign bulan lalu),
karena itu dengan nikmat sekali dia mencomot saya untuk di taruh di anak perusahaan.
Singkatnya saya tetap pada posisi saya saat ini,tapi mungkin tidak untuk kedepannya,
apapun itu,doa saya hari ini tampaknya terkabul.
Mendinginkan hati .
ketidak sukaan saya terhadap tindak kesewenang-wenangan dikantor ini membuat semuanya makin memuakkan.
Memuakkan untuk dipelajari,dan dipahami.
Tapi tidak ada 1 hal pun didunia ini yang terjadi tanpa terencana oleh rencana Maha Besar dari NYA.
Pagi itu , dikala semua mata terlelap, menikmati indahnya mimpi, nyenyak,
saya bangun , merenung sesaat.
Dengan umur sudah 22 tahun ini, akan seperti apa masa depan saya...
Pertanyaan yang sampai saat ini sangat sulit untuk terjawab.
Saat itu pukul 00.15,
saya terduduk di ujung kasur,
menatap lantai, dan kemudian menatap langit-langit.
kosong.
Saya akan menikah di Usia 25,
itu yang saya harapkan dari 3 tahun lalu,
dan saya pastikan itu harus terjadi.
Kemudian saya kembali berkaca pada keadaan saat ini,
keadaan seorang laki-laki menyedihkan yang masih terus berusaha mencari dimana arah tujuan hidupnya.
Segera menghajikan ibu saya,
insya Allah setahubn setelah saya menikah.
Sebuah hal yang saat ini, -ketika saya kembali melihat kebelakang,
keadaan menyedihkan yang masih saya dapat...
Seorang laki-laki kusut,
duduk diujung kasurnya,
sedang merenungi mimpinya,
yah akhirnya laki-laki itu sadar,
banwa merenungi hanya akan membuat stres...
Saat itulah saya tahu saya harus bangkit,
menyalakan keran. membasuh setiap rukun wudhu,
dengan air kesegaran di malam itu,
malam dimana ratusan juta manusia terlelap dengan nyenyak...
Saat itulah laki-laki itu menggelar sajadah lusuhnya,
meminta, meminta,dan meminta dalam tahajudnya,
karena hanya hal itu yang bisa dia lakukan kepada Tuhannya...
Tuhan Maha Hebat yang juga telah memberikan tak terhingga nikmat kepada laki-laki itu,
6 rakaat terselesaikan malam itu, diiringi zikir dan 10 sholawat...
Mudah-mudahan mimpi-mimpi ini tidak sia-sia ya Tuhan ku,
Menikah di Usia 25 setelah adik saya menyelesaikan sekolahnya,
Menghajikan Ibu,
tapi doa tercepat saya,semoga terkabul,,
keluar secepatnya dari perusahaan ini sebelum bulan maret 2012...

AMIN...
terasa begitu menyedihkan ketika saya melihat langit pagi sebelum berangkat ke kantor,
langit terpancar begitu cerah,dengan udara yang segar,sejuk...
namun menyelimuti hati yang sama sekali kelu dan kosong.
Hari ini tanpa alasan jelas, saya diminta, untuk dipindah tugaskan ke anak perusahaan,
padahal posisi aslinya adalah saya di lantai 4, sangat aneh karena memang saya masih punya tanggung jawab dan
beberapa kerjaan di posisi yang sekarang, tapi harus ditempatkan di anak perusahaan.
Dan yang menempatkan saya pun bukan atasan saya.
ini lucu.
Mungkin dikarenakan disini saya sudah tidak memiliki atasan (yang sudah resign bulan lalu),
karena itu dengan nikmat sekali dia mencomot saya untuk di taruh di anak perusahaan.
Singkatnya saya tetap pada posisi saya saat ini,tapi mungkin tidak untuk kedepannya,
apapun itu,doa saya hari ini tampaknya terkabul.
Mendinginkan hati .
ketidak sukaan saya terhadap tindak kesewenang-wenangan dikantor ini membuat semuanya makin memuakkan.
Memuakkan untuk dipelajari,dan dipahami.
Tapi tidak ada 1 hal pun didunia ini yang terjadi tanpa terencana oleh rencana Maha Besar dari NYA.
Pagi itu , dikala semua mata terlelap, menikmati indahnya mimpi, nyenyak,
saya bangun , merenung sesaat.
Dengan umur sudah 22 tahun ini, akan seperti apa masa depan saya...
Pertanyaan yang sampai saat ini sangat sulit untuk terjawab.
Saat itu pukul 00.15,
saya terduduk di ujung kasur,
menatap lantai, dan kemudian menatap langit-langit.
kosong.
Saya akan menikah di Usia 25,
itu yang saya harapkan dari 3 tahun lalu,
dan saya pastikan itu harus terjadi.
Kemudian saya kembali berkaca pada keadaan saat ini,
keadaan seorang laki-laki menyedihkan yang masih terus berusaha mencari dimana arah tujuan hidupnya.
Segera menghajikan ibu saya,
insya Allah setahubn setelah saya menikah.
Sebuah hal yang saat ini, -ketika saya kembali melihat kebelakang,
keadaan menyedihkan yang masih saya dapat...
Seorang laki-laki kusut,
duduk diujung kasurnya,
sedang merenungi mimpinya,
yah akhirnya laki-laki itu sadar,
banwa merenungi hanya akan membuat stres...
Saat itulah saya tahu saya harus bangkit,
menyalakan keran. membasuh setiap rukun wudhu,
dengan air kesegaran di malam itu,
malam dimana ratusan juta manusia terlelap dengan nyenyak...
Saat itulah laki-laki itu menggelar sajadah lusuhnya,
meminta, meminta,dan meminta dalam tahajudnya,
karena hanya hal itu yang bisa dia lakukan kepada Tuhannya...
Tuhan Maha Hebat yang juga telah memberikan tak terhingga nikmat kepada laki-laki itu,
6 rakaat terselesaikan malam itu, diiringi zikir dan 10 sholawat...
Mudah-mudahan mimpi-mimpi ini tidak sia-sia ya Tuhan ku,
Menikah di Usia 25 setelah adik saya menyelesaikan sekolahnya,
Menghajikan Ibu,
tapi doa tercepat saya,semoga terkabul,,
keluar secepatnya dari perusahaan ini sebelum bulan maret 2012...

AMIN...


Komentar
Posting Komentar