.

Menjadi Juara itu mudah,
tapi mempertahankan itu sulit...



itu ...
Banyak yang bilang gitu,tapi kayaknya emang bener.

Blog ini,bukan lah gue buat untuk mempengaruhi orang karena cerita-cerita di dalamnya,
tapi berisi kejujuran...
kejujuran si penulis,dalam hal ini adalah saya... (kali ini pake saya)

Semua ungkapan emosi,keluh kesah,cacian,hinaan,rasa syukur, semua bakal ada disini,
intinya adalah,blog ini adalah kejujuran...

Sebuah nilai yang gak ternilai muncul ketika seseorang
berhasil mempertahankan konsistensi kehidupannya dalam hal apapun.
Baik dalam hal peraturan,perkataan,perbuatan,usaha,dan lain-lain.
Akar dari sebuah konsisensi sebenernya adalah keyakinan,
ketika kita yakin pada pilihan yang akan kita ambil,seharusnya kita bisa tetap konsisten.

Ketika anda keluar jalur, bahkan kembali ke jalur lama yang sebetulnya sudah usang,
sama saja menjilat ludah sendiri.

Tidak, saya tidak ingin di bantah disini, ini tulisan saya, saya berhak menghakimi siapapun.
Keyakinan yang tidak mengakar kuat,akan membuat resistensi dalam roda kehidupan yang ada jalani semakin besar,
ketika resistansi ini semakin membesar, tibalah anda pada satu titik dimana anda akan menyerah,
ato seolah-olah, kata menyerah tidak ada dalam kamus anda, ini hanya sementara...

intinya tetap saja.
TIDAK KONSISTEN...

#pffft... akui saja... :)

toh itu faktanya,

Jalan usang ini kembali kita tempuh,meski begitu hebat cacian dan kejelekan yang selalu dialamatkan pada jalan ini,
tapi toh tetap saja kita tidak pernah betul bisa lepas, karena semua saling berkaitan...

Dasar pemahaman yang angin-anginan, asal tahu dan langsung asal kerjakan,
dapat membuat semua jadi berantakan,
membuat semua mimpi indah menjadi mimpi buruk.

Resistansi,asal kata dari resist, atau daya tahan dalam bahasa kesehatan,
atau resistor dalam elektronika,
sebuah alat untuk menghambat Arus.
pada intinya sama, resistansi semakin membesar ketika keyakinan goyah,
penting disini bahwa belajar tidak hanya memahami sesaat,
tidak hanya sekedar euforia sesaat...

Terkadang mimpi setiap orang memang beda-beda,
ada yang bermimpi mengejar Sarjana di UI,
ada yang bermimpi mengejar beasiswa untuk kuliah S2 ke luar negeri, andrea hirata mungkin,
ada yang bermimpi berbisnis,dan sukses, seperti mas Ippho, yang bilang kuliah gak usah tinggi-tinggi,
dan banyak hal lainnya,

tapi intinya sama,semua mau bahagia,
lantas apakah salah satu harus mengikuti yang lain jika memang tidak sesuai mimpinya ?
tidak juga memang,

gak semua memang suka bisnis, tapi ribuan fakta dihadirkan dan mimpi dari berbisnis dan berdagang dimunculkan,
tapi jika individu ini emang gak mau, apakah salah ?
apakah salah jika dia bermimpi menjadi karyawan BUMN,
bermimpi mengejar beasiswa S2 ke luar negeri ?

lantas apakah benar jika seorang akademisi, dengan gelar magister lulusan luar negeri ditangan,
kemudian menyepelekan berdagang? berbisnis ?

Tidak.

Anda mau berbisnis, mau berdagang, mau bekerja dan kuliah lagi, itu pilihan hidup.
Dan semua punya peluang sama untuk sukses,punya peluang sama juga untuk gagal.

Jadi ?
Ga usah takut,
takut terhasut, takut takut takut...
Bisnis ataupun Karyawan,
Mimpi anda tetap sama, untuk bahagia...

menghajikan orang tua anda...
ada orang memegang teguh prinsip tuntutlah ilmu setinggi langit,
sehingga dia sangat ingin sekolah,sekolah,demi mencapai ilmunya, dia bekerja keras menabung,
untuk tambahan beasiswa magister yang akan dia ambil,
ada juga orang yang memegang teguh bisnis is real life,
semua dilakukan demi pengembangan dan kemajuan bisnisnya,membuka lapangan kerja,

jadi pada dasarnya semua baik,
Karyawan, Pedagang,

dan janganlah menjelekkan satu sama lain,
menganggap rendah satu sama lain,
menyepelekan,ketika hasil yang kita dapat,belum maksimal...

Cobalah untuk KONSISTEN,
konsisten pada apa yang kita kerjakan,
tidak peduli seperti apakah orang sekitar,
karena bukan mulut kita yang akan membuktikan kesuksesan kita,
tapi Hasil Akhir dari semuanya...

Konsisten itu penting.

Komentar

  1. Jadilah seseorang yang menang. Lalu pertahankan kemenangan itu.
    Atau jadilah orang yang mengalah, namun ia tidak akan kalah dalam kekalahan yang dimaksud orang-orang kalah itu. . .

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer